08 Juni 2016

Masalah yang terjadi Pada Anak

Edit Posted by with No comments

Bagi para orangtua memepunyai peran penting dalam membentuk kepribadian anak secara psikologis. Anak cenderung ingin melakukan hal hal yang sering di lakukan orangtua karena anak suka meniru itu sudah menjadi fitrahnya. Pertumbuhan dan perkembangan akan sangat terlihat ketika usia anak bertambah baik dalam masa perkembangan bahasa, tingkah laku, rasa keingintahuannya semakin tinggi, dan perkembangan fisikpun akan terlihat.

8 masalah pada anak yang membuat para orangtua khawatir:

1.    Obesitas atau kelebihan berat badan, masalah ini sering terjadi pada anak karena anak terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang kaya akan lemak,kurangnya  beraktifitas, anak di biarkan banyak bermain game, dan sering diam sambil menonton TV. Obesitas terjadi apabila asupan kalori yang keluar sedikit dan kalori yang masuk banyak.


2.    Lingkungan, bagi orangtua sering khawatir ketika naknya bermain di luar rumah ada beberapa orangtua lebih memilih anaknya diam di rumah karena pengaruh lingkungan sangat cepat sekali bagi anak merespon dan menirunya.

3.    Sering bermain tangan dan tidak mau diam, anak usia dini banyak hal yang ingin mereka coba apalagi hal hal yang membuat dirinya berbahaya anak tidak akan menyadarinya.

4.    Anak tiadk mau makan, banyak anak yang kurang nafsu makan dan orangtua selalu khawatir ketika anaknya tidak mau makan.


5.    Demam , anak kalo kelelahan suka sedikit bsedikit sakit dan karena terlalu banyak beraktifitas anak serng demam.


6.    Sakit perut, ketika anak mmengalami diare itu di karenakan ada kuman pada makanan, ataupun ketika memakan sesuatu tangannya dalam keadaan kotor.

7.    Susah tidur, ketika anak susah tidur mungkin anak sedang merasakan sakit ataupun anak belum makan sehingga anak susah tidur.

8.    Anak kurus, bagi orang tua kecerian dan kesehatan anak adalah hal yang paling utama, ketika anak berat badannya turun ibu sering merasa khawatir.

Masalah pada anak memang bermacam macam jangan terlalu mempermaslahkan apabila masalah pada anak tidak terlalu besar. Bagi para orang tua hal yang harus di perhatikan ketika anak mempunyai masalah yang orangtua tidak tau, pada usia dini sering terjadi hal hal yang tak di duga karena keaktifan anak kalo tidak di perhatiakan atau di awasi akan melakukan hal yang membahayakan dirinya. Anak belum tau apa apa saja yang akan membahayakan dirinya.

masalah lain seperti pada perubahan fisik dan mental pada anak kerap terjadi apa itu peekembanganya terhambat ataupun perkebangannya maju pesat,itu tergantung pola asuh ataupun keturunan. Bagi anak yang terhambat pertumbuhannya mungkin saja anak kurang asupan makan dan nutrisi yang baik oleh karena itu sebagai orangtua haruslah memperhatikan masalah asupan makanan sehat dan yang baik buat anak .






07 Juni 2016

Masa peka anak

Edit Posted by with 1 comment

Apa yang di maksud dengan masa peka?

Masa dimana seseorang mengalami perubahan baik dalam perkembangan aspek emosi ataupun adanya pengaruh dari kelenjar di tubuhnya contohnya kepada remaja yang akan mengalami menstruasi.

 Tetapi beda dengan masa peka pada anak yaitu mudahnya menerima rangsangan sebagai tumbuh kembang yang sangat cepat. Jadi masa peka juga bisa di artikan bahwa adanya kematangan fungsi baik itu fisik ataupun psikis yang mamapu merespon stimulus yang berasal datang dari lingkungan.
Aspek perkembangan yang ada di anak usia dini adalah:

1.    Aspek perkembangan kognitif
 
Aspek perkembangan ini ada pada tahap sensorimotor yakni di usia 0 - 2 tahun pada masa ini anak memiliki kemampuan terbatas pada gerak refleks, bahas awal. Hanya waktu sekarang dan ruang yang dekat saja.
Pada usia 2-7 tahun anak memiliki kemampuan menerima rangsangan nya terbatas meskipun anak mulai berkembang gaya bahasa nya tetapi pemikirannya statis belum dapat berpikir dengan persepsi, abstrak, waktu dan tempat juga masih terbatas.

Di usia 7-11 anak sudah bisa menyelesaikan tugas yang dalam bentuk menyusun, mendekatkan,
menggabungkan, melipat, membagi dan menderetkan.

Diusia 11-15 tahun anak diusia ini mulai berkembang daya berfikir tingkat tinggi dan mampu berfikir abstrak.

2.    Aspek perkembangan fisik

Perkembangan ini termasuk ketahap motorik dimana perkembangan dalam pengendalian gerak jasmani yang melalui keterampilan motorik kasar dan halus diusia anak 4-5 tahun merupakan berkembangnya pada motorik kasar kemudian pada usia 5 tahun barulah berkembang motorik halusnya.

3.    Aspek perkembangan bahasa

Dalam belajar bahasa anak diajarkan untuk bisa membaca dan menulis anak diajarkan mengenai pengenalan kata ataupun menambah kosa kata dalam perkembangan ini anak bisa diarahkan dengan membaca buku cerita dan anak mendengarkan dengan bercerita suaranya nyaring.

4.    Perkembangan sosio emosional

2-3 tahun anak mampu menjalani atau rutinitas yang meregang ataupun melumaskan otot-otot tubuh nya dengan cara berolahrga kecil.

Pada anak usia anak memiliki sifat pemalu, ceria, ketergantungan serta meniru apa yang dilihat oleh anak.
Untuk mengenali masa peka anak tentunya sebagai orang tua terutama ibu yang selalu di rumah, haruslah memperhatikan mengenai masa peka anak supaya anak terarah dan terjaga karena, rasa peka adalah tahap awal  melihat tumbuh kembang anak. Masa peka membutuhkan tanggapan atau pun respon dari orang tua dimasa ini adalah masa ke emasan yang tidak mungkin bisa trulang kembali, banyak momen-momen yang sangat menarik ketika masa peka belajar ini datang.


Dimasa golden age stimulasi ataupun rangsangan memiliki tujuan untuk memberikan kemampuan otak dalam menerima dan menyerap informasi yang ada. Memang sudah menjadi suatu keharusan anak harus bertahan meskipun banyak yang belum dipahami. 

06 Juni 2016

Tips mengatasi anak yang kurang konsentrasi

Edit Posted by with No comments
 mengatasi anak yang kurang konsentrasi

    Kondisi anak yang kurang konsentrasi menjadikan suatu keluhan dari orang tua, karena mempengaruhi kemampuan dalam berpikir nya.  Ada 3 faktor kemungkinan anak sangat sulit konsentrasi , diantara nya:

1.    Factor Hereditas atau keturunan  maksud nya tidak ada dorongan dari orang tua untuk menjadi anak yang konsentrasi bisa saja diantara ayah dan ibu memberikan keturunan kepada anak menjadi kurang konsentrasi.
2.    Faktor Lingkungan , factor lingkungan ini seperti teman dan Guru. Anak selalu dekat dan bermain dengan anak yang sama-sama kurang konsentrasi. Dan juga Guru yang tidak memberikan perhatian penuh kepada anak membuat anak menjadi melamun dan bosan akan pelajaran yang di berikannya.
3.    Faktor Nativigisme  yakni factor hereditas juga lingkungan. Disini anak tidak ada dorongan sedikitpun dari dalam dirinya juga dari lingkungan. Hal ini akan membuat anak frustasi dan memiliki pemikiran yang tidak sempurna.


Sebelum kita mengetahui Tips sederhana dalam mengatasi anak yang kurang konsentrasi kita perlu tahu dan memahami tentang Konsentrasi dan penyebabnya yang lebih jelas di antarannya:

1.    Pengertian konsentrasi yakni kefokusan dari otak kiri dan kanan dengan bekerja secara seimbang ketika berpikir, melakukan hal, mengolah dan bereksplorasi.
2.    Waktu Lama anak Usia Dini focus dan konsntrasi menurut pakar psikologii minimal 5 menit saja. Apabila anak tidak focus kurang dari waktu tersebut kemugkinan besar hal tersebut hanya perilaku anak yang bosan atau ingin istirahat.  Adapun waktu konentrasi anak dewasa minimal hanya 30 menit.
3.    Factor yang mempengaruhi dalam realitannya yakni situasi lingkungan yang tidak mendukung, motivasi dari semua orang terdekat, kondisi fisik dan juga emosional yang kurang stabil dari anak, ada nya ketertarikan dan tujuan yang di capai.
4.    Ada nya Imprint atau sugesti yang berasal dari pikiran bawah sadar. Yang membuat anak melamun dengan di terima begitu saja tanpa di filter baikdan buruk nya.
5.    Ada nya Gangguan dari kee tiga factor diatas yang tidak menduukung. Saat anak belajar di luar sekolah seharusnya anak tidak berlebihan bermain, menonton televise, mendengarkan radio, memainkan computer, handphone atau gadget lainnya.
6.    Ada nya perbedaan dari  kepribadian dari setiap anak, jadi membuat masing-masing anak harus bisa memahami karakter dalam beradaptasi.
7.    Proses belajar yangg lama akan membuat anak kelalahan dan menguras tenaga. Dan konsentrasi pun menjadi labur atau cepat hilang.

Masih banyak sekali hal-hal yang harus anda ketahui terhadap psikologi konsentrasi anak. Maka untuk mengatasi anak yang sulit untuk berkonsentrasi diantaranya:

1.    Anak di berikan perhatian yang sangat penuh , baik dari dirinya sendiri, orang tuanya juga lingkungan sekitar.
2.    Jangan memberikan pendidikan yang membuat anak tertekan dalam berpikir ataupun ketika bertindak.
3.    Sebagai guru PAUD/RA/TK harus memberikan pengajaran yang kreatif sehingga anak tidak merasa bosan.

05 Juni 2016

Tips Sederhana mendidik anak agar mandiri

Edit Posted by with 2 comments

 Sifat yang baik pada anak seperti jujur, pintar, ramah, sopan juga mandiri membuat kedua orang tua senang dan bahagia . banyak sekali cara untuk mendidik anak agar dapat menjadi anak yang mandiri dan berakhlaq mahmudah atau positif di antara nya:

1.    Jangan Banyak melarang kepada anak untuk melakukan sesuatu karena Sifat anak pada usia dini sangat lah serba ingin tahu apa yang ada di depan nya ataupun yang di alaminya.
2.     Jangan Menuruti kemauan anak, maksud nya anak tidak terlalu di manja dan serba di penuhi keinginan nya. Jika anak terlalu di beri secara berlebihan maka anak akan terus meminta tanpa ada rasa puas.
3.    Didiklah anak untuk tidak berbohong, baik kepada dirinya sendiri maupun kepda orang lain.
4.    Jangan menghukum anak dengan kekerasan fisik, baik dengan alat bantu maupun tidak. Baik anak melakukan kesalahan yang fatal maupun ringan.
5.    Berikan rasa kasih sayang dan perhatian yang penuh kepada anak, karena perasaan anak yang berubah-rubah ini akan membuat revolusi ketika menanggapi situasi dan kondisi yang ada di dekat nya.
6.    Sebagai orang tua harus mengambil tindakan yang tegas ketika anak akan melakukan sesuatu.


Dari hal-hal yang harus di lakukan di atas, aka nada dampak atau akibatnya kepad anak. Di antaranya adalah:
1.    Anak akan mudah bereksplorasi dari hasil pemikirannya terhadap lingkungan pada dirinya maupun alam semesta ini.
2.    Anak akan belajar merasa cukup ketika orang tua nya tidak memanjakan nya , situasi dan kondisi apapun dia akan berpikir positif dan tidak mengeluh.
3.    Anak tidak akan belajar berbohong untuk sekali dan seterusnya, dan anak akan menjadi orang yang jujur dan menepati janji.
4.    Apabila anak melakukan kesalahan maka hokum lah dengan kelembutan seperti nasihat terlebih dahulu, kalau pun sulit untuk di beri pengertian terus lah melakukan pendekatan hingga hati nya lunak dan lembut.
5.    Anak akan mandiri tetapi tidak merasa kesepian juga dengan kasih sayang yang di berikan orang tua dengan penuh keikhlasan.
6.    Apabila orangtua mengambil tindakan yang tegas, maka anak tidak akan menjadi orang yang egois dan pemarah . anak akan lebih bisa mengerti dalam bertindak baik perilakunya maupun pembicaraan nya.

Menurut pakar Psikologi perilaku pada usia dini sangat berbeda dengan yang dewasa, yang mana Rutinitas anak yang sangat banyak menjadi hal yang harus teliti di perhatikan karena anak tidak langsung mengerti apa yang di lakukannya, jadi harus ada pendidikan pembiasaan untuk kemandirian di segala aspek baik ketika dia mau mandi, makan, minum, tidur, bersekolah dan lainnya. Setelah pembiasaan yang terus menerus di lakukan kedepan nya anak akan melakukan nya sendiri tetapi tetap dalam pengawasan orang tua.


04 Juni 2016

administrasi yang harus diperhatikan oleh lembaga sekolah PAUD

Edit Posted by with No comments
administrasi yang harus diperhatikan oleh lembaga sekolah pendidikan Anak Usia Dini



    agar memiliki anak yang berkualitas, seorang ibu harus bisa mendidik dan mengajar anak dengan baik. Bahkan kalau bisa sudah seharusnya anak di sekolahkan sejak dini karena minata juga bakat yang dimiliki oleh anak akan berkembang. Disamping itu mengenai sekolah yang baik untuk anak selain terjangkau dari keamanan sang ibu, kita juga memperhatikan keamanan dan kenyamanan dari pihak pemerintah.

Salah satu cirinya yaitu dengan adanya bukti Administrasi dari pihak sekolah kepada pemerintah. Yang akan menunjang sekolah tersebut berkualitas.

    Diantara hal-hal yang harus ada pada Adminitrasi sekolah atau lembaga PAUD diantaranya:

1.    Buku induk, yakni suatu catatan tentang semua data pendidik dan peserta didik. Baik identitas siswa, guru ataupun orang tua/wali dan bukti catatan masuk dan keluarnya peserta didik.
2.    Buku Klapper, yakni catatan yang merupakan baian dari buku induk. Isinya terdiri dari abjad an judul data membantu petugas mencari data yang ada pada buku induk.
3.    Buku Absensi Guru dan siswa, yakni catatan kehadiran atau perizinan atau sakit.
4.    Buku mutasi murid, adalah catatan tentang proses pindah dan keluarnya siswa/I dari satu sekolah ke sekolah yang lain.
5.    Buku pembinaan, adalah catatan yang didalamnya berisi tentang bahan materi guru untuk membina atau mengajar. Seperti kurikulum atau KTSP.
6.    Buku tamu umum, adalah catatan kehadiran seseorang diluar intansi tersebut. Baik yang berkepntingan dengan lembaga.
7.    Buku ekspedisi, adalah catatan khusus untuk lembaga tentang surat menyurat. Yang mana harus ada bukti tanda masuk dan keluarnya surat baik yang berkaitan dengan lembaga, pendidik dan peserta didik.

8.    Buku investasi barang, adalah catatan tentang barang-barang yang ada di lembaga tertentu atau fasilitas yang digunakan untuk berlangsungnya belajar-mengajar.
9.    Formulir pendaftaran, yakni suatu catatan untuk calon peserta didik baru. Sebagai arsip identitas yang akan dimasukan kedalam buku induk.
10.    Visi dan misi sekolah, yakni suatu catatan yang berisi tentang tujuan sekolah dan cara sekolah tersebut untuk mencapai memiliki peserta didik yang baik dan berkualitas, mengarahkan pendidik menjadi guru yang professional serta adanya pengakuan dari pemerintah untuk lembaga tersebut.
11.    Daftar pelajaran, didalam kurikulum dapat berupa Prosem ( program rencana semester ), RPPM ( rencana pelaksanaan dan pembelajaran Mingguan ) dan RPPH ( Rencana Pelaksanaan dan Pembelajaran Harian). Hal ini berisi pelajaran apa saja yang akan di ajarkan baik berupa tema, sub tema atau sub-sub tema. Sehingga mempermudah pendidik dalam mengajar dan menjadikan peserta didik belajar terstruktur dan sistematis. Untuk bentuk nya dapat berupa buku catatan atau berupa papan yang dipajang dikelas.




03 Juni 2016

Manfaat Pendidikan Sejak Kecil

Edit Posted by with No comments

Pendidikan adalah suatu pengajaran yang di berikan oleh orang tua maupun guru. Pendidikan yang di berikan kepada anak baik itu formal ataupun non formal harus di tanamkan atau di perkenalkan sejak usia dini. Bukan hanya pendidikan didalam keluarga saja yang anak dapatkan tetapi pendidikan luar juga harus di dapatkan terutama pendidikan agamanya.



Peran penting di masa anak anak kesempatan bagi para orang tua untuk membangun karakter yang lebih baik untuk bekalnya di masa depan dengan cara memberikan pendidikan moral dan agamanya. Penanaman pendidikan agama sejak dini itu sangat penting karena untuk melatih diri supaya kelak dewasa memiliki benteng agama yang kuat.

Hal hal yang harus di hindari ketika mendidik anak


1.    Jangan memaksakan anak untuk cepat memahami apa yang kita ucapkan atau sampaikan
2.    Kenali dulu kepribadian anak
3.    Mendidik anak jangan menggunakan kata kata kasar4.    Jangan sesekali anak di bentak
5.    Jangan memukul ataupun sejenisnya ketika kita sedang memdidik anak
6.    Jangan ajarkan anak yang tidak sesuai kapasitas dengan kemampuan anak
7.    Jangan membandingkan anak dengan anak yang lain


Pola pendidikan yang tidak sesuai akan menyebabkan perkembangan mental anak menjadi terganggu berilah pola pendidikan yang baik supaya perkembangan anak berkembang. Pendidikan bukan hanya di dapat ketika anak sekolah tetapi pendidikan pertama haruslah di dapat dari orangtuanya bagi para orang tua tentu sangat ingin melihat anaknya tumbuh kembang dengan pesat apalagi di dalam kehidupan sehari hari perubahan anak akan terlihat.

Mengapa harus sejak kecil anak diberi pendidkan Agama dan Moral

•    Supaya anak mempunyai benteng agama yang kuat
•    Berakhlak mulia
•    Cerdas dan pintar
•    Supaya menumbuhkan sikap kreativitas yang tinggi
•    Mudah bersosialisasi dengan individu yang lainnya
•    Memiliki pemahaman agama yang baik•    Menumbuhkan rasa toleransi terhadap teman sebayanya
•    Mengetahui tatak rama
•    Patuh kepada orang tua
•    Di dalam perkembangan bahasanya menjadi luas



Ketika kita selaku orangtua pada saat  menamkan nilai nilai keislaman kepada anak kita maka anak akan terbentuk menjadi anak yang akan membanggakan orangtuanya dan ketika itu tercapai kita selaku orangtua akan merasa bangga dan bahagia melihatnya. Peran penting pendidikan di dalam keluarga bukan hanya sebagai modal utama hidup bagi anak tetapi itu adalah amanah yang di berikan oleh Allah kepada kita dan wajib amanah itu kita jaga dan mendidiknya dengan iklas dan sepenuh hati. Bagi para orangtua jadilah suritauladan bagi anak anaknya karena anak adalah aset kita dimasa depan baik di dunia ataupun ketika kita sudah tidak ada di dunia maka anaklah yang akan mendo’akan kita kelak itulah manfaat dari pendidikan anak sejak kecil.

02 Juni 2016

beberapa hal yang membuat anak semangat bersekolah setelah liburan

Edit Posted by with No comments

hal-hal yang bisa membuat anak semangat bersekolah kembali setelah pergi liburan
        kemalasan seorang anak belajar biasanya diakibatkan anak terlalu lama menikmati liburan baik sebentar maupun lama. Karena dengan tidak terkontrolnya anak saat liburan akan mengakibatkan beberapa factor bagi kecerdasan dan kesehatan fisik dan skis anak. Diantaranya:

1.  Anak akan berpikir agak lambat dan terjadi kurangnya konsentrasi pada otak anak.

2.  Tangan dan anggota tubuh anak akan terasa kaku apabila tidak dibiasakan belajar baik menulis atau membaca.

3.  Anak akan menjadi manja dan terbebas karena tidak adanya tata tertib disekolah.

4.  Anak akan merasa keenakan dalam bermain sehingga tidak mau belajar atau sekolah apabila hari libur sudah habis.

Disamping factor diatas dan akibatnya. Bagi para orang tua seharusnya memperhatikan hal-hal yang dapat mengupayakan anak bersemangat kembali sekolah walaupun setelah menikmati hari libur yang panjang. Diantaranya:


1.  Terbiasa tidur lebih awal seperti halnya sekolah. Karena sebagian anak akan berpikir merasa santai untuk tidur karena besoknya tidak akan pergi sekolah.

2.  Anak tidak bangun siang. Harus selalu dijadwalkan rutin anak bangun jam berapa kalau bisa subuh atau dini hari.

3.  Orang tua hendaknya menyiapkan alat-alat sekolah dengan menyimpannya dengan rapid an tidak disimpan dimana saja. Hal ini bertujuan agar anak tidak bermalasa-malasan dan berpikir bersekolah itu menyenangkan karena kerapiannya.

4.  Pada saat libur usahakan tetap belajar walaupun tidak seformal saat disekolah. Biasakan anak untuk membaca buku atau orang tua membahas pelajaran yang sudah dipelajari oleh anak.

5.  Agar anak tidak bosan sudah seharusnya orang tua memberi sesuatu yang baru pada anak, baik buku baru, pensil baru, tas baru bahkan seragam baru. Tetapi hal ini seuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga juga.

6.  Mengisi hari libur dengan acara kegiatan yang bermanfaat baik karya wisata ataupun bermain di lingkungan keluarga.

7.  Mengadakan pendekatan dari pihak orang tua kepada anak guna mengganti pengajaran disekolah baik mendidik, melatih, mengajar ataupun membimbing.

8.  Jadikan suasana rumah seperti disekolah. Hal ini mengacu anak mebayangkan dan menarik perhatian anak untuk belajar dan apabila ada imajinasi yang kurang. Akan membuat anak ingin pergi lagi bersekolah untuk belajar berimajinasi dan berkarya lebih kreatif lagi bersama gurunya disekolah. Yang selanjutnya anak akan ingin menerapkannya di rumah.

9.  Membiarkan anak bermain dengan teman sekolahnya guna agar anak dapat mengeksplorasikan hari liburnya kepada sebayanya. Dan membuat anak memiliki prinsip untuk menjadi peserta didik yang lebih baik disbanding teman-temannya.

Dari upaya diatas akan membuahkan seorang anak yang mandiri apabila bersekolah. Tidak akan merasa manja bahkan merasa terpaksa saat mau berangkat belajar ke sekolahnya.

      


01 Juni 2016

pentingnya pendidikan sejak dini sesuai dengan realita saat ini

Edit Posted by with No comments
Pendidikan anak sejak dini yang sesuai dengan realita saat ini




Melihat berbagai peristiwa yang tengah terjadi di masyarakat memberikan kita gambaran dan pecutan bagi kehidupan anak untuk kedepannya. Jika melihat realitanya saat ini banyak sekali sikap yang menyeleweng dari norma dan asusila bahkan agama. Dewasa ini peran seorang anak sudah tidak berjalan dengan semestinya, anak di bawah umur berperan seolah olah ia sudah dewasa. Sangat miris memang jika kita mengorek ngorek kesalahan yang terjadi dalam mendidik sang buah hati.

Pada hakikat yang sebenarnya bahwa pendidikan anak sejak dini ialah untuk memberikan pembinaan mulai dari ia di lahirkan sampai berusia 6 tahun dalam membentuk dan mengarahkan anak secara intensif agar karakter anak lebih terarah dan berjalan dengan baik. Adanya pendidik dalam kehidupan seorang anak adalah penentu masa depan anak kelak, baik atau buruknya prilaku yang di timbulkan akan di lihat dari pendidikannya sejak ia kecil.

Kertas yang berwarna putih polos tanpa goresan dan gambaran apapun adalah kalimat yang pas untuk menggambarkan seorang anak pada dasarnya. Sesuatu yang tergores di dalam kertas itu bagaimanapun bentuk goresannya akan menjadi cerminan saat anak tersebut tumbuh dewasa. Ketika anak telah dewasa mereka pasti membawa apa yang telah ia dapatkan sejak masih kecil, maka dari itu bekal yang paling utama sejak ia masih kecil ialah budi pekerti dan karakter baik sebagai seorang manusia.


Berikut ini ada beberapa pemaparan tentang pendidikan yang harus di tanamkan pada anak yang sesuai dengan realita saat ini di masyarakat, yakni :

1.       Pendidikan agama adalah hal yang harus di utamakan dengan kuat karena pendidikan agama ialah suatu pondasi dalam membentuk karakter seorang anak sejak dini. Jika pendidikan agamanya kuat maka anak tidak mudah terpengaruh oleh hal hal buruk seperti yang terjadi saat ini
2.       Harus memahami sifat dan karakter seorang anak. Sudah jelas bahwa karakter dari setiap anak adalah berbeda beda, ada yang mudah menerima dan ada pula yang sulit menerima. Maka jangan paksakan apa yang di kehendaki tapi berikan arahan dengan perlahan sambil kita memahami karakter anak sehingga anak tidak tertekan
3.       Harus bisa menghargai prilaku dan tindakan anak. Jika anak melakukan salah maka jangan langsung di marahi tapi berikan penjelasan bahwa hal itu tidak baik dilakukan kemudian berikan contoh yang harus di lakukan
4.       Pendidikan di siplin sejak usia dini perlu untuk memberikan pembiasaan pada anak agar selalu tepat waktu dan mempunyai sikap tanggung jawab
5.       Berikan contoh teladan yang terpuji karena anak memiliki sifat imitasi atau meniru, jauhkan dari tontonan negative dan pantau pergaulan anak serta lingkungan yang dekat dengan anak


Keterampilan Anak

Edit Posted by with No comments

Keterampilan anak merupakan daya imajinasi diri dan cara kerja kemampuan yang di rangsang oleh otak dan di keluarkan melalui kreativitas yang keluar dari dalam. Banyak para orang tua yang ingin memiliki seorang anak yang daya kreativitas dalam keterampilannya bagus, akan sangat bangga sekali ketika melihat sang buah hati memiliki kelebihan keterampilan yang menonjol. Dengan bertambah nya usia seoarang anak maka bertambah pula daya kreativitas anak oleh sebab itu peran orang tua sangat penting untuk mengola keterampilan atau memancing datya kreativitas anak di sini akan di jelaskan

Macam macam keterampilan untuk mengembangkan keterampilan anak 

1.    Cognitive skill (Keterampilan kognitif)

 
Yaitu bagai mana anak bisa belajar  memecahkan suatu masalah. Contohnya adalah anak yang baru usia 3bulan mengenal lingkungan dengan menggerakan mata dan tangan serta kakinya ataupun anak yang berusia 5tahun di ajarkan dengan huruf dan angka selanjutnya sebagai pengajar ataupun orang tua memberi tahu dengan 1+1=2 dan anak akan mengucapkan ulang kemudian di beri pertanyaan lagi 1+1=?


2.    Social and Emotional Skill (Keterampilan Sosial dan Emosional)
 
Berinteraksi dengan individu yang laianya sebagai contoh anak yang baru 1 tahun di suruh untuk melambaikan tangan ke pada yang lain.

3.     Speech and Language Skill
 
Kemampuan berbahasa disini anak di ajaran pengucapan “Mamah papah”pada anak usia 1 tahun ini sudah di ajarkan atau di latih cara pengucapan

4.     Fine Motor Skill (pengembangan motorik halus)
 
Keterampilan pada otot ototnya secara anak disini bisa menggerakan otot otot kecilnya dan menggerakan jari jarinya

5.    Gross Motor Skill (pengembangan motorik kasar)

 
Keterampilan dengan menggunakan otot besarnya contohnya anak bisa melempar benda ataupun menendang bola.

Keterampilan anak pada usia 5- 7 tahun kita bisa mengajarkan anak dalam melipat kertas ataupun membuat kerajinan dari sedotan disini anak di ajarkan untuk menggali kreativitas anak karena dalam pengajaran pada anak adalah harus santai dan menyenangkan suapaya anak tidak mudah bosan banyak permainan permainan lain untuk menggali dan mengasah kemampuan daya nalar dan kreativitas anak . kemampuan ataupun kreativitas yang di miliki oleh anak pasti berbeda beda karena pola asuhnya punjuga berbeda jangan heran ketika menghadapi anak yang cenderung diam mungkin itu di karenakan kebiasaan yang dilingkungan keluarganya.

Cara menggali kreativitas dan keterampilan pada anak

•    Jangan terlalu menyimpulkan bahwa anak tidak bisa melakukan apa apa kenali kepribadian anak dengan cara mendekatinya
•    Hindari pikiran yang plimplanmaksudnya mengajarkan anak sering berubah ubah
•    Hindari untuk malas berfikir
•    Berfikirlah seperti anak kecil karena untuk kita mengenali kepribadian anak kita harus terjun kedunia anak.

kondisi yang mempengaruhi Fisik dan skis Anak Usia Dini

Edit Posted by with No comments
Bagaimana kondisi yang mempengaruhi Anak Usia Dini


    Keadaan seorang anak yang berbeda dengan perilaku sebelumnya akan membuat kedua orang tua hawatir. Dan seorang guru akan kebingungan menghadapi sikap anak yang berbeda dengan perilaku peserta didik lainnya.

    Para pihak orangtua hanya dapat menyimpulkan anak-anak berperilaku positif ataupun negative itu karena merupakan proses hereditas atau factor keturunan. Atau berpikir perilaku anak tersebut di pengaruhi oleh lingkungan.

    Dalam ilmu Psikologi ada yang namanya Hukum Nativisme ( perkembangan berdasarkan keturunan ), Hukum Empirisme ( perkembangan perilaku anak berdasarkan contoh dilingkungan nya) dan Hukum Konvergensi ( suatu hokum perkembangn perilaku anak yang terpengaruhi oleh keturunan da lingkungan ).

    Dari pembahasan diatas berarti kita harus mengetahui kondisi apa saja yang dapat mempengaruhi perilaku pada anak baik psikis maupun skis. Diantara kejadian dalam realitanya anak-anak terpengaruh dengan beberapa sebab diantaranya :

1.    Kondisi lingkungan seperti suara, suhu baik dirumah, disekolah atau di kelas yang dapat menyebabkan seorang anak tertarik dan meningkatkan semangat nya dalam belajar. Karena apabila tidak terkontrol dengan baik maka akan menyebabkan suasana jenuh dan membuat anak bosan .

2.    Kondisi di masyarakat atau social seperti teman bermain atau orang-orang yang mungkin berinteraksi dengan anak tersebut. Akan mengakibatkan anak mudah berinteraksi dan terampil dalam berkomunikasi bahkan anak akan belajar menghargai orang lain dan terjauh dari sikap egoism atau individualitas.
3.    Kondisi emosional baik dalam diri anak atau emosional orang lain. Akan menyebabkan terkontrolnya emosional seseorang baik positif maupun negative. Biasa nya kondisi emosi tiap anak itu berbeda. Jadi sudah menjadi tugas seorang guru untuk membangkitkan semangat peserta didik dalam belajar.
4.    Kondisi fisik seorang anak, yang mana akan dapat mengukur mampu atau tidak nya anak dalam belajar, siap atau tidak siapnya anak belajar dan mudah lelah atau t. Fisik seseorang akan mendukung sekali terfokusnya konsentrasi belajar anak. Karena fisik yang sehat maka terdapat pula pikiran yang sehat. Ini artinya kondisi anak makan , minum, tidur atau istirahat akan mempengaruhi anak baik dalam kecerdasannya, kekreatifitasannya dan kepribadiannya.
5.    Kondisi materi-materi yang di ajarkan guru /orang tua di sekolah atau dirumah. Apakah sangat sulit atau mudah untuk dipahami oleh anak tersebut dan apakah materi tersebut menarik atau tidak untuk anak.

6.    Kondisi seorang pendidik, yang akan menyebabkan seorang kreatif atau tidaknya. Karena pada prinsipnya pembelajaran dalam pengajaran kepada anak usia dini 75-100% harus berdasarkan bimbingan dari pihak guru atau orangtua.
7.    Kondisi fasilitas baik disekolah maupun dirumah, yang akan menyebabkan anak mandiri secara sederhana atau secara instan. Jadi boleh saja lembaga sekolah mengadakan fasilitas yang banyak tetapi syarat nya harus bermanfaat dan sesuai dengan Sikon ( situasi dan Kondisi ) anak . fasilitas negatif yang dapat mempengaruhi kemalasan kepada anak yaitu handphne